BERSIKAP PADA KEGELAPAN

Posted by RobyPKS.id 0 komentar

Ketika malam menjelang lambat laut keadaan akan menjadi gelap. Saat itu pula mata kita akan merasakan keadaan dimana ia semakin tak mampu menjalankan fungsinya mengenali obyek dalam bentuk bayangan yang biasa ia tangkap, maka saat itu pula ia mengatakan kegelapan mulai menyelimuti. Kegelapan yang dirasakan oleh mata akan segera sirna kembali ketika sebuah lentera menyala di sekitar mata dan iapun kembali mampu menjalankan fungsinya dengan baik, yaitu mengenali obyek yang berada disekelilingnya.
Keadaan gelap secara fisik telah kita rasakan setiap hari, dan secara fisik pula kita telah melakukan hal yang benar untuk mengatasi kegelapan itu, yaitu dengan menghadirkan lentera atau cahaya. Apabila kita maknai lebih dalam, maka apa yang telah kita lakukan sesungguhnya memberi pelajaran yang sangat berharga dimana kita telah menyadari  bahwa keadaan gelap akan sirna dengan mudahnya apabila cahaya datang. Maka kita banyak menjumpai ketika sore hari telah tiba semua akan menyalakan lampu agar keadaan tidak menjadi gelap gulita.
Gelap dan terang adalah sebuah keadaan. Dua keadaan ini merupakan efek yang dirasakan oleh indera penglihatan dari keberadaan materi yang dinamakan cahaya. Gelap merupakan keadaan tanpa cahaya, sedangkan terang merupakan keadaan dengan cahaya.
Cahaya merupakan sebuah energi. Kehadiran dan ketidakhadirannya merupakan sebuah penentu. Maka, sesungguhnya kita perlu menyadari bahwa gelap menyelimuti ruang bukan karena gelap itu sendiri yang datang, tetapi karena cahaya pergi meninggalkan ruang itu. Maka sikap yang baik bagi kita terhadap kegelapan adalah bukan meratapinya atau memintanya pergi, tetapi dengan menghadirkan cahaya, maka dengan sendirinya kegelapan akan sirna.
Jika setiap sendi-sendi kehidupan ibarat ruangan-ruangan yang memiliki keadaan. Di dalam setiap ruang memerlukan kehadiran cahaya agar kegelapan tidak menyelimuti ruangan itu. Maka, dalam menghadirkan cahaya itu marilah kita ingat firman Allah SWT dalam Al Qur’an:
“Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah, adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat(nya), yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS. An-Nuur : 35)
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: BERSIKAP PADA KEGELAPAN
Ditulis oleh AnakTani
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke https://pojokprapatan.blogspot.com/2014/03/bersikap-pada-kegelapan.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.

Instagram

Fanspage