Semoga Aleg-aleg PKS Teguh Berjuang

Posted by RobyPKS.id 0 komentar

Semoga Aleg-aleg PKS Teguh Berjuang
By: Nandang Burhanudin
****
Tanpa terasa, anggota legislatif seluruh Indonesia sudah dilantik. Termasuk puluhan aleg-aleg dari PKS nampak rapih berderet dengan rona bahagia terpancar di wajah penuh makna.Senyum yang mengabarkan pada 8 jut pemilih PKS, "Kami hadir untuk anda, demi menebar cinta dengan kerja yang penuh harmoni menuju Indonesia sepenggal Firdaus."
Ya. Berharap aleg-aleg PKS bekerja ekstra, adalah hal lumrah dan sewajarnya. Sebab mereka menjadi "orang terhormat" berkat keringat, cucuran air mata, bahkan spirit juang yang bersumbu semangat tak pernah padam. Seandainya aleg-aleg PKS itu lalai dan abai dengan tuntutan rakyat dan tugas dakwah, siap-siap ucapkan selamat tinggal dan semoga tinggal selamat.
Contohlah 626 anggota Maktab Irsyad Ikhwanul Muslimin yang divonis hukuman mati dan hukuman seumur hidup. Apa yang mereka katakan saat diperlakukan tak manusiawi, "Tsaabituuun walau 'ulliqna 'alal Masyaaniq" (Kami tetap teguh dan kukuh pendirian walau kami harus digantung di tiang gantungan). Apa yang mereka perjuangkan? Bukan jabatan, bukan gaji bulanan, bukan remunerasi, bukan pula jatan pensiunan, bukan fasilitas idaman? Tapi mereka memperjuangkan hak-hak mendasar bagi rakyat Mesir: kemerdekaan, kebebasan beribadah, swasembada pangan, kemandirian persenjataan, meningkatkan izzah dan taraf hidup masyarakat, plus menjadikan Islam sebagai landasan hidup.
Para aleg PKS sejatinya tidak boleh diam. Jika hanya diam terpaku membisu tak bermutu, lebih baik para pemulung sampah yang setiap hari memulung kotoran. Hina memang. Tapi kerja dan kinerja mereka sangat membantu. Para pemulung sampah rela berjibaku, pergi shubuh dalam keadaan lapar dan pulang peluh dalam keadaan untung berbilang. Kebersihan lingkungan dapat, jaminan hidup untuk hari itu juga dapat.
Namun saya optimis. Aleg-aleg PKS mampu tampil ciamik dan dinamis. Terlebih nahkoda Indonesia kini dipimpin pecinta maksiat sejati. Pak JK saja jujur mengakui, "Jika Indonesia dipimpin Jokowi, hancurlah!" Namun poin kehancuran ini yang harus menjadi hikmah,blessing in disguise sebagai berikut:
1. Jika kapasitas Jokowi adalah boneka. Maka kapasitas aleg-aleg PKS harus menunjukkan sebaliknya, kapasitas mandiri-inovatif-kreatif-dan berizzah.
2. Jika ketaatan Jokowi pada Tuhan rendah. Maka tugas aleg-aleg PKS menginternalisasikan sejumlah ketaatan itu dalam kinerja, produktivitas, integritas, dan kualitas nyata.
3. Jika prestasi Jokowi adalah Nihil, maka tugas para aleg PKS adalah menampilkan prestasi luar biasa, tiada banding, tiada tanding, terdepan dalam karya, terunggul dalam kinerja.
Sebagai penutup, bukankah para aleg PKS sudah sering studi banding ke Turki? Sewajarnya bila kita mengacu pada keberhasilan AKP di Turki, yang hanya dalam waktu 10 tahun, bukan hanya merebut kursi Presiden tapi merebut 67 % hati pemilih sehingga di parlemen menjadi mayoritas. Apa peran para tokoh AKP di Turki? Semua tahu jawabannya, mereka adalah tokoh-tokoh gerakan Islam yang tidak memelihara sentimentil, emosional, tapi lebih mengedepankan berbuat yang terbaik di saat orang lain tengah terbalik.
Pertanyaannya Siapkah? Harus siap! Semoga aleg-aleg terpilih yang kemarin waktu jadi caleg sempat mengundang saya, membaca dan mengingat kembali komitmennya! Plus jika di SMS, tetap merespon! He he ...

Baca Selengkapnya ....

Saksi Kehidupan

Posted by RobyPKS.id 0 komentar




Seperti pemilu-pemilu sebelumnya, PKS selalu membentuk tim saksi serta tim tabulasi. Tim saksi dan tim tabulasi ini bertugas mengawal, menjaga dan mengawasi hasil penghitungan suara yang terkumpul mulai dari tiap TPS. Sebelum bertugas, terlebih dahulu tim saksi dan tim tabulasi ini dibekali ketrampilan yang didapatkan melalui training atau pelatihan yang diadakan oleh Bapilu (Badan Pemenangan Pemilu) PKS. Pelatihan ini diselenggarakan di tiap jenjang wilayah dimana PKS berada, dari tingkat pusat sampai tingkat terendah.
Adapun tujuan dari pelatihan ini adalah untuk memberikan pengetahuan mengenai tata cara  penghitungan, pengisian form C-1 serta merekap hasilnya ke dalam bentuk kolom tabulasi suara dengan menggunakan sistem komputerisasi. Yang tentu saja semua aktivitas ini bukanlah merupakan sebuah pekerjaan yang ringan dan mudah. Dibutuhkan kesabaran, ketelitian, keseriusan, konsentrasi penuh serta kesiapan lahir dan batin guna memperoleh sebuah hasil yang akurat dan maksimal. Diharapkan mereka yang masuk ke dalam tim ini adalah orang-orang yang memang sudah teruji kredibilitas serta loyalitasnya terhadap PKS. Jadi, tidak sembarangan orang bisa menjadi bagian dari “tim tangguh” ini.
Silahkan dicek atau ditanyakan kepada KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara) setempat, tim saksi dari partai mana yang memiliki kesiapan kerja yang baik pada setiap pemilunya? Insya Allah, jawabannya pasti dari PKS. Dan ini memang sudah diakui oleh banyak pihak. Bahkan tak jarang partai lain juga ikut mengandalkan kerja dari para saksi PKS dengan menitipkan hasil penghitungan suara mereka kepada tim ini. Mengapa hal itu bisa terjadi? Berdasarkan beberapa informasi yang saya dengar, hal ini mereka lakukan karena mereka sangat percaya kepada para kader PKS yang memang sudah terkenal dengan kecerdasan, kejujuran serta keikhlasannya. Suatu penilaian yang objektif terhadap kinerja dan kualitas dari kader-kader PKS. Alhamdulillah.
Salah satu team saksi yang cukup solid adalah tim saksi PKS di Kelurahan Pojok Kota Kediri. Ada 21 orang yang  orang terdiri dari 10 wanita dan 11 pria. Kelurahan Pojok sendiri berada di sisi kaki bukit Klotok Kota Kediri. Hingga untuk mencapai ke beberapa TPS tersebut harus melewati perbukitan.
Proses pemilu dengan sistem berjenjang dan manual tentunya sangat menguras mental dan energi para saksi. Dimulai jam 07.00 para saksi sudah harus di lokasi TPS untuk memulai prosesi upacara pembukaan.
Bagi yang tidak terbiasa jam 07.00 ontime tentunya juga harus menyiapkan waktu khusus supaya tidak terlambat sampai di lokasi.
Jam 07.00 sampai 13.00 saat pencoblosan alhamdulillah berjalan normal, walau ada TPS yang overtime karena antri yang panjang mendekati penutupan. tapi itu masih di toleransi.
Pekerjaan saksi mulai terasa menjadi berat ketika proses penghitungan yang dimulai dari DPR RI, DPRD Propinsi DPD dan DPRD Kota. Ujian datang saat jam 15.00 hujan lebat mulai mengguyur Kota kediri termasuk kelurahan Pojok tentunya.
Ada beberapa TPS terpaksa menghentikan proses penghitungan di karenakan lokasi TPS bocor dan tidak layak untuk prosesi penghitungan, seperti di TPS 15, 10, dan 07 terpaksa dihentikan sambil menunggu hujan reda.
Subhanallah.. hal tersebut tentunya menuntut kesabaran dan keikhlasan para saksi.
Harapan jam 18.00 selesai ternyata meleset jauuh...
Paling cepat adalah TPS 07 itupun ketika jam sudah menunjukkan jam 12.00 Kemudian satu persatu sampai shubuh prosesi yang melelahkan ini selesai kecuali untuk TPS 10 dan TPS 11 harus di ulang karena ada kesalahan cara hitung. Informasi terakhir jam 7 pagi tgl 10 April 2014 mereka baru kelar.
Sungguh dari pengorbanan para saksi yang sampai sedemikian beratnya smoga menjadi bukti begitu kuatnya keinginan proses demokrasi berjalan sebagaimana mestinya hingga bangsa Indonesia menjadi bangsa yang berjaya, bermartabat & bermanfaat bagi warganya.
Jazakumullahu khairan katsiran.

Baca Selengkapnya ....

Sepenggal Nasihat

Posted by RobyPKS.id 0 komentar
Sesungguhnya medan berbicara itu tidak semudah medan berkhayal. 
Medan berbuat tidak semudah medan berbicara. 
Medan jihad tidak semudah medan bertindak. 
Dan medan jihad yang benar tidak semudah medan jihad yang keliru. 

Terkadang sebagian besar orang mudah berangan-angan namun tidak semua angan-angan yang ada dalam benak mampu diucapkan dengan lisan.
Betapa banyak orang yang dapat berbicara namun sedikit sekali yang sanggup bekerja dengan sungguh-sungguh. Dan dari yang sedikit itu banyak diantaranya yang sanggup berbuat namun jarang yang mampu menghadapi rintangan-rintangan yang berat dalam berjihad. Para mujahid adalah sekelompok kecil yang terdiri dari para ‘Anshor’ (orang-orang yang bersedia berkorban demi agama) yang bisa berbuat salah seandainya mereka tidak mendapat pertolongan Allah. Maka persiapkanlah diri dan jiwa kalian, menggemblengnya secara benar dengan ujian yang cermat. Serta ujilah jiwa kalian dengan tindakan, yaitu dengan suatu pekerjaan yang amat berat baginya. Dan jauhkanlah jiwa kalian dari kesenangan dan kebiasan yang buruk….

Saudaraku, putaran waktu akan memperlihatkan kepada kita peristiwa-peristiwa yang mengejutkan dan memberikan peluang kepada kita untuk berbuat. Dunia akan melihat bahwa da`wah kita adalah hidayah, kemenangan, dan kedamaian yang dapat menyembuhkan rasa sakit yang sedang dideritanya. Dan setelah itu tibalah giliran kita untuk memimpin dunia, karena bumi tetap akan berputar dan kejayaan itu akan kembali kepada kita. Dan hanya Allah-lah harapan kita satu-satunya. Maka bersiap dan berbuatlah, jangan menunggu datangnya hari esok, kita memang harus menunggu putaran waktu itu, tetapi kita tidak boleh berhenti, kita harus berbuat dan terus melangkah, karena kita tidak mengenal kata berhenti dalam jihad yang suci ini. “Dan orang-orang yang berjihad di jalan Kami, sungguh benar-benar akan Kami tunjukkan jalan-jalan Kami.”(Al Hujurah 69) Dan hanya Allah-lah zat yang Maha Agung dan bagi-Nya segala puji. -Asy-Syahid Imam Hasan Al Banna-

Baca Selengkapnya ....

Tipuan "cerdas" sang politikus

Posted by RobyPKS.id 0 komentar
Perbincangan politik terkadang membuat panas dingin. Bukan karena suhu udara yang cepat mengalami  perubahan, akan tetapi karena topik yang satu ini banyak membutuhkan energi dan pemikiran. Politik tidak hanya menyentuh ranah individu tetapi mencakup skala yang lebih luas dan menyangkut kepentingan orang banyak. Untuk itu seyogyanya dibutuhkan kehadiran hati yang jernih dan pengetahuan yang luas agar kita tidak keliru dalam mengarungi dunia politik sehingga politik yang memiliki pengaruh luas akan memberikan manfaat yang baik dalam kehidupan ini.

Politik identik dengan kepemimpinan, kewenangan dan kekuasaan. Politik sangat menyentuh niliai-nilai yang esensial dan sensitif sehingga tidak mengherankan apabila pembahasan sampai tataran praktisnya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dipenuhi dengan kegaduhan. Namun, sesungguhnya politik dalam sekup yang lebih kecil sangatlah dekat dengan kehidupan sehari-hari dan ada pada hampir semua sendi-sendi kehidupan ini. Bagaimana tidak? Apabila politik diartikan kepemimpinan, maka sudah kita pahami bahwa sesungguhnya setiap kita adalah pemimpin dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban terhadap apa yang dipimpinnya.

Bagaimana bentuk bangunan rumah tergantung dari sudut mana ia dipandang. Ungkapan tersebut setidaknya perlu kita refleksikan terhadap sudut pandang kita mengenai politik sehingga politik yang dipandang sebagai hal yang berat akan berubah menjadi lebih ringan. Sudut pandang yang dimaksud adalah politik sebagai sebuah seni. Seni tidak lepas dari nilai rasa keindahan. Alat ukurnya adalah perasaan. Output dari seni adalah karya seni. Karya seni itulah yang akan dinilai baik atau buruk oleh perasaan yang menikmatinya. Politik adalah seni memilih. Output yang dihasilkan adalah pemimpin, dengan kata lain memilih pemimpin merupakan bagian dari seni dalam berpolitik. Adapun bagi pemimpin, politik adalah seni memimpin. Ia akan memilih bagaimana cara ia memimpin, apakah ia memimpin secara otoriter atau demokratis? Apakah keputusan-keputusannya atau kebijakan-kebijakannya mampu membuat yang dipimpinnya menjadi lebih baik atau tidak?.

Oleh sebab itu bagi seorang pemimpin dibutuhkan sifat-sifat yang menunjang untuk menjadi pemimpin yang baik. Sifat-sifat yang semestinya ada dalam diri pemimpin adalah jujur dan teguh terhadap prinsip kebenaran sehingga apa yang dikatakannya dapat menjadi pedoman bagi yang dipimpinnya, akuntabel sehingga siapapun dapat memberikan masukan untuknya, memiliki kredibilitas dan kapabilitas yang baik sehingga ia tidak diragukan sebagai pemimpin yang baik, memiliki pengetahuan yang luas, cerdas dan visioner sehingga ia mampu memimpin dengan bijaksana, serta seorang pemimpin dituntut untuk bersikap adil kepada siapapun yang dipimpinnya sehingga keputusannya menentramkan dan tidak ada yang terdzalimi.

Memilih pemimpin sebagai sebuah seni dibutuhkan kejelian. Perlu kita pahami bahwa memilih pemimpin dalam dunia politik tidak hanya sekedar  memilih obyek tetapi sekaligus memilih subyek. Dalam hal ini ibarat tidak sedang memilih lukisan tetapi memilih pelukis. Adapun lukisan adalah obyek tak langsung atau karya yang akan dihasilkan oleh pelukis. Dalam memilih pemimpin perlu mengetahui dan mengenal sosok yang akan dipilihnya. Maka paling tidak kita perlu mengetahui ke belakang rekam jejak seorang calon pemimpin yang akan kita pilih. Dengan mengetahui rekam jejak pemimpin maka itu menjadi modal dalam menentukan pilihan.

Pilihan selalu memiliki konsekuensi. Ia adalah output dari tingkat kejelian pemilih. Pilihan yang tepat menghasilkan output yang baik dan memiliki manfaat yang baik bahkan mungkin mampu melebihi ekspektasi sang pemilih, sedangkan pilihan yang salah akan menghasilkan output yang buruk dan tidak bermanfaat, bahkan bisa jadi menjadi perusak yang sebelumnya tidak pernah diperkirakan oleh sang pemilih. Meski hanya memilih, sesungguhnya ia memiliki konsekuensi yang amat mahal. Untuk itu seharusnya dalam melakukan diiringi dengan kesadaran terhadap konsekuensi dan mempertimbangkan secara mendalam dan matang. Terlebih lagi dalam memilih pemimpin, ada baiknya selain pertimbangan pribadi dengan akal dan hati sekiranya pertimbangan secara vertikal sangat dibutuhkan agar semakin memantapkan pilihan. Selamat memilih, semoga kita semua menjadi pemilih cerdas dengan memilih yang terbaik yang menjadi pemimpin pilihan kita.

Baca Selengkapnya ....

Quo Vadis Bangsa Indonesia di Tangan Pemimpin

Posted by RobyPKS.id 0 komentar


Mau kemana bangsa Indonesia ke depan?. Barangkali pertanyaan ini terlintas dalam pikiran kita. Pertanyaan ini setidaknya muncul karena kekhawatiran akan seperti apa negeri kita tercinta ini di masa yang akan datang. Lalu apa yang harus kita lakukan?

Apabila diibaratkan seorang manusia, terdapat satu organ penting yang menentukan seluruh gerak langkah. Organ itu tidak lain adalah kepala. Begitu pula dengan suatu negara, maka pemimpin adalah kepalanya, karena ialah yang bertanggung jawab terhadap gerak langkah negara. Kemana dan bagaimana negara sangat ditentukan oleh pemimpinnya. Hal ini karena pemimpin memiliki instrumen berupa kebijakan yang mampu mengatur dan mengikat dengan cakupan seluas apa yang dipimpinnya. Pemimpin memiliki kedudukan yang penting dan harus ada, bahkan ketika ada 2 orang yang sedang melakukan perjalanan bersama maka salah satunya harus menjadi pemimpin.

Pentingnya keberadaan pemimpin memiliki sebuah konsekuensi untuk memilihnya dan mengadakannya. Mengapa pemimpin harus ada? Jawaban sederhananya adalah bukankah tubuh manusia tak bisa hidup tanpa kepala?. Namun perlulah diperhatikan dalam memilih seorang pemimpin yang baik. Karena pemimpin yang baik akan dipenuhi dengan hati, pemikiran dan tindakan yang baik sehingga akan baik pula apa yang ia pimpin. Demikian pula pemimpin yang buruk, maka ia dipenuhi oleh hati, pemikiran dan tindakan yang buruk sehingga akan menjadi buruk pula apa yang ia pimpin.

Pemimpin yang baik adalah harapan kita semua. Idealnya seorang pemimpin adalah yang terbaik diantara yang baik. Namun, apabila yang kita jumpai tidaklah seideal yang  kita inginkan, paling tidak kita harus memilih yang baik diantara yang buruk, atau apabila kita anggap tidak ada yang baik maka yang kita lakukan adalah memilih yang memiliki paling sedikit keburukan diantara pilihan yang buruk. Umar bin Khattab mendifinisikan orang yang cerdas bukanlah orang yang mampu membedakan antara yang baik dan yang buruk, melainkan orang yang bisa mengetahui mana yang terbaik diantara dua kebaikan dan mana yang buruk diantara dua keburukan.

Tidak lama lagi kita, bangsa Indonesia, akan menghadapi momentum pemilihan pemimpin. Saat dimana kita menyerahkan amanah kepemimpinan selama lima tahun kedepan. Saat dimana kepada pemimpin yang kita pilihlah kita menyerahkan kepercayaan untuk membawa kemana kita dan bagaimana keadaan kita lima tahun yang akan datang. Harapan kita tentu pemimpin terbaik yang menjadi pemimpin kita dan bukanlah pemimpin yang buruk.

Hak memilih pemimpin diberikan secara terbuka kepada kita yang telah memenuhi kriteria. Maka apabila kita menyadari, hakikatnya saat itu kita pasti sedang memilih. Ya....pada saat itu kita pasti sedang memilih. Yaitu memilih pemimpin yang baik, memilih pemimpin yang buruk atau memilih untuk tidak memilih. Memilih pemimpin yang baik atau memilih pemimpin yang buruk merupakan pilihan yang jelas yang saling berlawanan. Siapakah yang menang dia yang akan memimpin.

Adapun memilih untuk tidak memilih sejatinya adalah memilih karena diapun telah ikut menentukan siapa yang menang diantara pemimpin yang baik atau pemimpin yang buruk, hanya saja dia bukanlah pemilih yang berdaya. Mengapa demikian?, jawabannya adalah karena ia memilih membiarkan pemimpin baik menang karena perannya yang hilang kepada pemimpin yang buruk. Namun yang celaka adalah dia memilih membiarkan pemimpin buruk menang karena perannya yang hilang kepada pemimpin yang baik. Jika demikian adanya, sesungguhnya memperjelas peran adalah pilihan terbaik bagi kita karena ia lebih berdaya untuk melihat bagaimanakah negeri Indonesia kita di masa yang akan datang.

Baca Selengkapnya ....

BERSIKAP PADA KEGELAPAN

Posted by RobyPKS.id 0 komentar

Ketika malam menjelang lambat laut keadaan akan menjadi gelap. Saat itu pula mata kita akan merasakan keadaan dimana ia semakin tak mampu menjalankan fungsinya mengenali obyek dalam bentuk bayangan yang biasa ia tangkap, maka saat itu pula ia mengatakan kegelapan mulai menyelimuti. Kegelapan yang dirasakan oleh mata akan segera sirna kembali ketika sebuah lentera menyala di sekitar mata dan iapun kembali mampu menjalankan fungsinya dengan baik, yaitu mengenali obyek yang berada disekelilingnya.
Keadaan gelap secara fisik telah kita rasakan setiap hari, dan secara fisik pula kita telah melakukan hal yang benar untuk mengatasi kegelapan itu, yaitu dengan menghadirkan lentera atau cahaya. Apabila kita maknai lebih dalam, maka apa yang telah kita lakukan sesungguhnya memberi pelajaran yang sangat berharga dimana kita telah menyadari  bahwa keadaan gelap akan sirna dengan mudahnya apabila cahaya datang. Maka kita banyak menjumpai ketika sore hari telah tiba semua akan menyalakan lampu agar keadaan tidak menjadi gelap gulita.
Gelap dan terang adalah sebuah keadaan. Dua keadaan ini merupakan efek yang dirasakan oleh indera penglihatan dari keberadaan materi yang dinamakan cahaya. Gelap merupakan keadaan tanpa cahaya, sedangkan terang merupakan keadaan dengan cahaya.
Cahaya merupakan sebuah energi. Kehadiran dan ketidakhadirannya merupakan sebuah penentu. Maka, sesungguhnya kita perlu menyadari bahwa gelap menyelimuti ruang bukan karena gelap itu sendiri yang datang, tetapi karena cahaya pergi meninggalkan ruang itu. Maka sikap yang baik bagi kita terhadap kegelapan adalah bukan meratapinya atau memintanya pergi, tetapi dengan menghadirkan cahaya, maka dengan sendirinya kegelapan akan sirna.
Jika setiap sendi-sendi kehidupan ibarat ruangan-ruangan yang memiliki keadaan. Di dalam setiap ruang memerlukan kehadiran cahaya agar kegelapan tidak menyelimuti ruangan itu. Maka, dalam menghadirkan cahaya itu marilah kita ingat firman Allah SWT dalam Al Qur’an:
“Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah, adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat(nya), yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS. An-Nuur : 35)

Baca Selengkapnya ....

Belajar dari Es Lemon Tea

Posted by RobyPKS.id 0 komentar

Segarnya Es Lemon Tea diminum ketika cuaca terik di siang hari. Tahukah kita sebenarnya kita sedang menikmati lezatnya campuran yang harmonis dari beberapa bahan penyusunnya yang telah diramu dengan kerja tangan si empunya dengan penuh cinta dan dengan takaran yang pas.

Barangkali kita tidak tahu siapa si pembuat es lemon tea pertama kali di dunia. Namun sungguh perlu kiranya kita belajar darinya tentang bagaimana ia mengubah suatu kekurangan menjadi kelebihan bahkan menjadi sesuatu yang istimewa. Buah lemon yang super masam dan tidak banyak orang suka sebelumnya berubah menjadi minuman yang begitu menyegarkan dan banyak orang menyukainya, bahkan dengan begitu ia telah menjadikan buah ini memiliki nilai ekonomis yang tinggi.

 Barangkali kita menjumpai banyak kekurangan pada diri kita ini, atau barangkali pula kekurangan itu hanya anggapan kita semata. Apapun itu, marilah sekali lagi kita perlu belajar dari si pembuat es lemon tea dan perlu kita ingat firman Allah SWT: “Barangkali kamu membenci membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, dan barangkali kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu. Allah Mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” – Al-Qur’anul Karim; Surah Al-Baqarah (2) ayat 216.
~ semoga bermanfaat dan selalu dalam kebaikan Allah SWT ~

Baca Selengkapnya ....

Duka Kelud Duka Kita Semua

Posted by RobyPKS.id 0 komentar

Banyaknya timbunan material vulkanik di Masjid Agung Kota Kediri  mmenunjukkan betapa dahsyatnya letusan Gunung Kelud. 
Tapi yakinlah dan tetaplah semangat kawan...
Habis bencana insyaAllah segera muncul kesuburan. 
Tuhan Maha Adil. 
Alhamdulillah berkat doa kita bersama, kita selalu mendapat lindungan dari-Nya. Aamiin ...
an segenap crew dan admin PojokPrapatan.com



Baca Selengkapnya ....

Spesialis Pendorong

Posted by RobyPKS.id 0 komentar

hayooo dorong 

Mau jadi spesialis dorong ?
Basah kuyup, berkoar, berpeluh bahkan berdarah²...
Hanya dengan sedikit "imbalan" & iming iming jualan surga.. kita rela kena asap dan lumpur...
hemmm..

Bukankah lebih baik kita bekerjasama berSINERGI menyusun strategi antar sesama pendorong?
Biar kelak kalau sudah JADI ia mau ikut merasakan derita basah kuyup, berkoar, berpeluh bahkan berdarah² dengan KITA SEMUA. 
Yaa sekali lagi KITA SEMUA bersama pemilik kendaraan..
bukan cuma para pendorong saja yang menderita...

Sejarah sudah berulang kali tercatat... 
kehancuran megahnya kerajaan dikarenakan saling bermusuhan antar penduduknya

#AwasiLangsungKinerjanyaKawalSampaiPurna


Baca Selengkapnya ....

Pejuang Kediri Sampai akhir jaman

Posted by RobyPKS.id 0 komentar




Tidakkah kita MALU?
Lihat, fahami dan renungkanlah... 
Di usia yang masih "ABG" para Pejuang Kemerdekaan Republik Indonesia mempersembahkan Nyawanya buat kita.
Ya NYAWA..!!! Ya demi KITA...!!!
Haruskah disia-siakan begitu saja?

CUKUP...jangan semakin membuat mereka sedih?
Bangkitlah para pemuda-pemudi Kediri... perjuangan mereka harus kita teruskan sampai akhir jaman...
Mari bergerak bersama mengukir sejarah yang jelas, transparan dan bertanggung jawab dengan tinta emas...

Kitalah pemuda-pemudi yang akan dan terus mewarnai dan mempersembahkannya buat generasi yang akan datang...
Hingga kelak, insyaAllah diusia yang masih ABG, anak dan cucu-cucu kita juga sudah bisa mempersembahkan yang terbaik buat negeri Republik Indonesia.
aamiin.

Bergabunglah bersama kami :
WA / LINE : 0838 2338 3838

Sumber gambar:
Perpustakaan Umum Kota Kediri [ Gedung Graha Mas TRIP ]


Baca Selengkapnya ....

Lingkaran Setan Politik

Posted by RobyPKS.id 0 komentar

Haruskah terulang episode PESTA RAKYAT berujung pada duka, sengsara & derita berkepanjangan?
Sampai kapan...?

Saat kampanye...
Semua calon wakil rakyat berlomba-lomba saling mendahului mendekati rakyat dengan cara apapun.
Semua jargon² pro rakyat disulap jadi lebih terlihat manis dan idealis
Lantunan visi misi di balut pujian dan rayuan dongeng mudah diucapkan bak janji surgawi..
Sogokan berkedok santunan terhadap rakyatpun begitu mudah dilakukan
Tidak sedikit para calon wakil rakyat itu rela menjadi penunggu pohon sampah visual bagi rakyatnya...
Gudang amunisi serangan fajar sebagai transaksi senjata pamungkas pun disebar untuk menipu suara rakyat...!!!

Setelah terpilih....
Rakyat yang dulu didekati mulai menjadi barang objekan untuk diperas kekayaannya...
Narasi visi misi berbalik arah hanya menjadi kenangan dongeng indah pengantar tidur rakyat...
Setan-setan politik tak malu dan ragu datang mencekik..walau dimasa paceklik tetap mencekik..
Tak Peduli airmata, darah dan nyawa rakyat yang telah memilihnya menjadi tumbal nafsu angkara murkanya
Sampai Kapan....?

Lingkaran Setan Politik ini harus segera diakhiri...
Jika anda punya HAK untuk pilih saya LANGSUNG menjadi wakil rakyat anda.
Maka kelak saya sebagai wakil rakyat menjadi WAJIB untuk bertanggung jawab LANGSUNG pada anda.

Adanya proses gerak bekerja bersama dalam kontrol dan pengawasan langsung oleh rakyat,
insyaAllah perilaku lingkaran rantai setan politik ini akan mati terputus urat nadinya dengan sendirinya.
wallahualam bishawab

sumber pic : edit from http://mainstream-mediaindonesia.blogspot.com

Baca Selengkapnya ....

Instagram

Fanspage